LAPORAN PRAKTIKUM 3
TEKNOLOGI DISPLAY DAN TELEVISI
REGULATOR
TEGANGAN TELEVISI
NAMA : KIM JEONG NAM
BP/NIM : 05/5151131000
GROUP : 3E2
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
20017
A. Tujuan
Setelah melakukan pratikum
ini mahasiswa akan mampu :
1. Mengukurtegangan AC dan DC pada
rangkaian catu daya televisi warna dengan menggunakan multimeter dan osiloskop.
2. Menganalisa kerusakan, bila terjadi
kerusakan pad bagian regulator tegangan dari catu daya televisi warna
B. Alat dan Bahan
1. TV Trainer.
2. Toolset.
3. Multimeter
4. Osiloskop
5. Kawat penghubung.
C. Kajian Teori
Catu daya adalah suatu
rangkaian terpenting pada pesawat televisi, Karena bagian ini berguna untuk
memberikan daya listrik kepada seluruh rangkaian pesawat televisi. Supaya
televisi dapat bekerja dengan baik maka catu daya harus dapat memberikan tegangan
listrik yang stabil. Untuk itu maka rangkaian catu daya mempunyai bagian-bagian
terpenting yaitu penyearah dan penstabil tegangan. Bagian primer
trafo/switching regulator disebut regulator input dan bagian sekunder dinamakan
regulator output.
Tegangan AC terlebih
dahulu dirubah menjadi tegangan DC deengan perataan dan regulstor tegangan yang
dapat mengendalikan tegangan DC ke rangkaian TV warna. Tegangan DC
yang dihasilkan ini diharapkan dapat stabil, sehingga televisi dapat bekerja
secara sempurna. Kerusakan yang terjadi pada regulator ini akan megakibatkan
gambar pada layar televisi mengalami gangguan, demikian juga suara yang
dihasilkan. Menurut cara kerja catu daya yang dipakai pada pesawat televisi
adaalah :
a. Catu daya dengan trafo penurun
tegangan
b. Catu daya dengan trafo tanpa penurun
tegangan
c. Catu daya dengan trafo Acematic
(switching regulator)
D. Langkah Kerja dan
Hasil Pengamatan
Langkah-langkah dalam
melakukan praktikum adalah sebagai berikut :
1. Siapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan dalam praktikum ini
2. teliti gambar skema rangkaian bagian
catu daya pada televisi.
3. Amati komponen yang terdapat pada
bagian catu daya dan catat dalam table.
4. Hidupkan main power televisi
5. Ukur tegangan input catu daya (AC)
pada titik keluaran F801 dan titik AC sisi lainnya menggunakan multimeter dan
catat datanya pada table pengamatan.
6. Ukur tegangan DC pada titk polaritas
positif C803 dan catat datanya pada tabel pengukuran.
7. Ukur tegangan AC menggunakan
osiloskop pada TP01 (Samsung CS 21K30ML6XXSE) / PIN4 IC801S (samsung CS21Z50MLNXXSE) dan catat hasilnya dalam
tabel pengukuran.
8. Ukur tegangan AC menggunakan
osiloskop pada TP07 (Samsung CS 21K30ML6XXSE) / PIN1 IC801S (samsung CS21Z50MLNXXSE) dan catat hasilnya dalam
tabel pengukuran.
9. Ukur tegangan (DC) output catu daya
dengan menggunakan osiloskop dan multimeter
pada TP02 (Samsung CS 21K30ML6XXSE) / anoda D811 (Samsung CS21Z50MLNXXSE) dan catat hasilnya
dalam tabel pengukuran.
10. Ukur tegangan DC menggunakan
multimeter pada katoda dioda (D807, D808, D809) (Samsung CS 21K30ML6XXSE) dan
pada katode diode (D807, D809A, D811, D813) (samsung CS21Z50MLNXXSE) dan catat hasilnya dalam
tabel pengukuran.
11. Matikan televisi
12. Rapikan alat dan bahan serta kembalikan
pada tempat semula.
13. Membuat laporan praktikum.
- HASIL PENGAMATAN
Tabel Komponen
Nama
komponen
|
Kode
|
Nilai
|
fuse
|
FP801A
|
4 A
250 V/ 125
|
Diac
|
FX8015
|
TVR10751
|
Kapasitor AC
|
E801
|
220nF
|
Lilitan
|
801
|
20mH
|
Saklar
|
EY807
|
|
Led indikator
|
LD901
|
Led
Standar
|
Rectifier
|
||
diode bridge
|
D801S
|
718/4000
|
Filter
|
||
Elcho
|
E803
|
330uF/400
V
|
Switching (trigger)
|
||
NTC
|
NT
801S
|
40
|
Kapasitor
|
C844,C808
dan C807
|
47nF,47uF/50
V
|
Resistor
|
R802,R803,R804/R811
|
210Kohm/5
Watt(18Kohm)
|
kapasitor
|
C888,C804
|
43nF,dan
2,2 Nf
|
dioda zener
|
DZ810,815,813,805,804,807
|
(2)7,1
V,(2)9,1 Vdan 6,8 V
|
resistor
|
R895,R807,R805,R810
|
(2)47Kohm,1Kohm,2,4Kohm
|
IC
|
IC801
|
STR
W9750F
|
lilitan
|
L801,806,803,802
|
|
Dioda
|
D803
|
1A
|
Trafo switching EY 875,874,873,872
Tabel Pengukuran
Tegangan Input (volt)
|
Tegangan Output (volt)
|
Pada titik 25 = 300 V
|
Pada titik 26 = 175 V
Pada titik 27 = 90 V
Pada titik 28 = 12 V
Pada titik 29 = 9 V
Pada titik 30 = 9 V
|
F. Evaluasi dan
Pembahasan
1. Apa yang dimaksud dengan catu daya
televisi?
Jawaban : catu daya
merupakan suatu rangkaian yang berfungsi memberikan daya dan tegangan kepada
rangkaian televisi agar televisi tersebut dapat bekerja dengan semestinya serta
sebagai pemberi daya kepada setiap blok rangkaian televisi agar komponen setiap
blok berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
2. Jelaskan cara kerja rangkaian catu
daya televisi?
Jawaban : tegangan pertama yang
masuk ke dalam televisi adalah tegangan AC. Dari jala-jala listrik 220 volt
diturunkan ke trafo. Trafo membagi menjadi beberapa tegangan seperti 6 volt, 12
volt, 24 volt, 30 volt. Dari bagian ini diambil tegangan yang cocok untuk
pesawat televisi. Setelah itu akan dihubungkan ke dioda penyearah. Dioda
berfungsi sebagai penyearah dari AC menjadi DC. Kemudian di saring oleh kapasitor
filter. Dan distabilkan oleh transistor.
3. Jelaskan bagian-bagian terpenting
pada rangkaian catu daya pada televisi?
Jawaban
: a. penyearah yang berfungsi untuk merubah tegangan AC menjadi tegangan DC.
b. filter yang berfungsi sebagai penyaring
tegangan yang keluar dari dioda yang masih mengandung ripple.
c. regulator yang berfungsi sebagai penstabil
tegangan keluaran rangkaian catu daya.
d. Elco yang berfugsi menyimpan tegangan
4. Jelaskan pembagian catu daya
berdasarkan cara kerja.
Jawaban :
a. Catu daya konvensional yaitu catu
daya yang menggunakan trafo stepdown dimana tegangan AC langsung dirubah
menjadi tegangan DC.
b. Catu daya switching yaitu catu daya yang tidak menggunakan trafo
step down tetapi menggunakan trafo inti ferit. Tegangan AC tidak langsung
dirubah menjadi tegangan DC, tetapi difilter dan ditrigger. Setelah itu baru
masuk ke trafo untuk diturunkan tegangan menjadi DC.
5. Bagaimana prinsip kerja regulator
Switching?
Jawaban : Regulator
switching pada dasarnya mempunyai frekuensi yang konstan untuk men-switching
transistor seri. Besarnya frekuensi switching tersebut harus lebih besar dari
20KHz agar frekuensi switching tersebut tidak dapat didengar oleh manusia.
Frekuensi switching yang terlalu tinggi menyebabkan operasi switching
transistor tidak efisien dan juga dibutuhkan inti ferrit yang besar atau yang mempunyai
permeabilitas tinggi. Untuk regulator switching dengan transistor seri dapat
digunakan frekuensi switching (unibase frequncy) pada 200KHz. Pada frekuensi
ini masih dapat digunakan transistor darlington biasa dengan bandwidth minimum
pada 1MHz seperti 2N6836 dengan maksimum frekunsi switching pada 10MHz atau
BDW42 dengan maksimum frekuensi 4MHz. Besarnya bandwidth ini sangat berpengaruh
pada efisiensi kerja switching regulator tersebut.
Tegangan di searahkan terlebih dahulu, tidak masuk kedalam trfo, tetapi difilter terlebih. Tegangan sekitar 300 V ditrigger terlebih dahulu sebelum masuk kedalam trafo inti ferit yang keluarannya berupa tegangan DC yang telah dibagi-bagi yaitu 110 V, 5 V, dan 12 V.
Tegangan di searahkan terlebih dahulu, tidak masuk kedalam trfo, tetapi difilter terlebih. Tegangan sekitar 300 V ditrigger terlebih dahulu sebelum masuk kedalam trafo inti ferit yang keluarannya berupa tegangan DC yang telah dibagi-bagi yaitu 110 V, 5 V, dan 12 V.
G. Kesimpulan
Kesimpulan yang
dapat di ambil dari pratikum ini adalah :
1. Catu daya merupakan
bagian terpenting pada sebuah televise karena catu daya merupakan bagian yang
memberikan daya listrik kepada seluruh bagian lainnya.
2. Komponen yang
terpenting pada catu daya yaitu : trafo, elco, inductor, PTC ( pengatur suhu),
kapasitor, dioda, IC + heatsink, dll.
3. Pada catu daya
terdapat fuse yang berfungsi untuk menjaga keamanan pada televise. Fuse akan
putus apabila terjadi kelebihan arus atau terjadi hubungan pendek (konslet)
dalam rangkaian pesawat televisi.
4. Dalam melakukan
pengukuran memerlukan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi. Karena kalau
tidak maka akan terjadi kerusakan pada televisi. Seperti pada praktek yang kami
alami yaitu putusnya fuse yang mungkin diakibatkan oleh kurang kehati-kehatian
kami.
H. Sumber Bacaan
1. Sistim televisi dan video: Bernard grob,
1991, Erlangga.
2. Teknik reparasi televisi berwarna: Reka
roi, 2001, Pradnya paramita.
3. Pengenalan teknik televisi: Daryono, 2001,
Bumi aksara.
4. Pegangan teknik telekomunikasi: Suhana,
2001, Pradnya paramita.